Archive

Posts Tagged ‘ubuntu’

Samba on Ubuntu

January 5th, 2009

Ada masalah yang timbul pada saat kita mount smbfs ke suatu direktori. Masalah yang akan timbul adalah symbolic link tidak bisa diakses seperti layaknya bila di akses dari Windows. Jika kita membuat symlink ke folder lain (contoh: /opt/lampp/htdocs dan diarahkan ke /home/admin/www/), jika folder admin itu di mount ke Windows, makan pada saat kita klik ‘www’, akan dibuka tanpa masalah, Windows akan mengira symlink itu adalah suatu direktori, dan samba akan otomatis mengeluarkan isi direktori tersebut, ini bukanlah bug tetapi fitur yang sangat baik.

Jika anda mencoba mount folder tersebut dari ubuntu dan klik folder www tersebut, yang terjadi adalah, symlink tetaplah sebuah symlink. Anda akan dibawa ke folder /opt/lampp/htdocs di local anda. Cara pemecahannya adalah:

Tambahkan ini di bagian [globals]

follow symlinks = yes
wide symlinks = yes
unix extensions = no
Share

linux, programming , , ,

Restore Ubuntu GRUB

January 5th, 2009

Taken from http://ubuntuforums.org/archive/index.php/t-24113.html

Don’t forget that this method, as described, puts GRUB back on the MBR (master boot record) of the hard drive instead of in the root parititon. This is fine for most people, but not if you already have an alternative boot manager.

In other words, if you use something like Boot Magic or System Commander, the commands you’ve just read will overwrite what you’ve got.

If you’ve installed GRUB into the Root Partition instead of the MBR, the commands are a little different. Here’s are the instructions that I have for my system:

How to Restore the Grub Menu after a Re-Ghosting:

1. Boot from a Live CD, like Ubuntu Live, Knoppix, Mepis, or similar.

2. Open a Terminal. Go SuperUser (that is, type �su�). Enter root passwords as necessary.

3. Type �grub� which makes a GRUB prompt appear.

4. Type �find /boot/grub/stage1�. You’ll get a response like �(hd0)� or in my case �(hd0,3)�. Use whatever your computer spits out for the following lines.

5. Type �root (hd0,3)�.

6. Type �setup (hd0,3)�. This is key. Other instructions say to use �(hd0)�, and that’s fine if you want to write GRUB to the MBR. If you want to write it to your linux root partition, then you want the number after the comma, such as �(hd0,3)�.

7. Type �quit�.

8. Restart the system. Remove the bootable CD.

Hope this helps. Since I use Norton Ghost to make regular backups and restores (I do a lot of testing), I do this all the time�

-Warr

Share

linux ,

Cara install LAMPP di Ubuntu

January 5th, 2009

Udah ada yang buat lebih bagus, langsung liat kesini aja dech

http://imamkhanafi.blogspot.com/2008/04/cara-kilat-setting-lampp.html

Share

linux , ,

Pengganti chkconfig di Ubuntu

January 5th, 2009

chkconfig adalah program untuk mematikan dan menyalakan service yang ada di RHEL, CentOS, dan Red Hat family. Sayang sekali belum ada di keluarga Debian. Untuk menginstall / uninstall service bisa dilakukan dengan 2 cara

sysv-rc-conf

Program visual berbasis console untuk mengatur service. Keterangan lengkap bisa diliat di : http://sysv-rc-conf.sourceforge.net/

Cara install :

sudo apt-get install sysv-rc-conf
sysv-rc-conf

chkconfig

Anda bisa menginstall bener2 chkconfig nya di ubuntu dengan cara

apt-get install libnewt0.51
ln -s /usr/lib/libnewt.so.0.51 /usr/lib/libnewt.so.0.50
wget http://www.tuxx-home.at/projects/chkconfig-for-debian/chkconfig_1.2.24d-1_i386.deb
dpkg --force-all -i chkconfig_1.2.24d-1_i386.deb

atau install clean dengan cara

  1. Download chkconfig-1.2.24h-7.i386.rpm from http://rpmfind.net//linux/RPM/PLD/dists/ac/ready/i386/chkconfig-1.2.24h-7.i386.html
  2. Convert rpm to deb with: sudo alien chkconfig-1.2.24h-7.i386.rpm
  3. Double-click on the deb file. This will invoke the package installer.

Referensi

Share

linux ,

Login SSH dengan Key

January 5th, 2009

Digunakan untuk bisa login dengan ssh ke remote client tanpa perlu memasukkan password setiap kali mao connect.

(Lakukan pada tempat tujuan login / SERVER)

/etc/ssh/sshd_config
1
2
3
4
RSAAuthentication yes
IgnoreRhosts no
RhostsRSAAuthentication yes
HostbasedAuthentication yes
/etc/rc.d/init.d/sshd restart
echo "10.0.0.1 loginnamesiclient" > /home/namaanda/.shosts

(Lakukan pada client yang mao login / CLIENT)

ssh-keygen -t rsa
(enter)(enter)
 
copy /home/source/.ssh/id_rsa.pub to (target)/home/target/.ssh/authorized_keys
ssh target@target.org
Share

linux ,

Rsync Backup

January 5th, 2009

Saat anda mengembangkan project website yang lumayan banyak pengunjungnya, anda tidak mungkin langsung membuat code di halaman utamanya bukan, karena pasti langsung keliatan kalo ada error, dan itu sangat menganggu user. Anda mungkin mempunyai folder dengan nama anda sendiri. Saya mempergunakan nama *dev* untuk development dan *real* untuk yang bener2 diakses oleh user.

Biasa nya anda akan rutin mengcopy file dari dev ke real setiap kali anda yakin bahwa sudah tidak ada bug lagi di dev. Tetapi proses copy ini selalu berulang2 dan memakan waktu. Sehingga saya memutuskan untuk membuat suatu script untuk melakukan tugas itu. Saya hanya mencoba script ini di Linux, tapi saya rasa ada versi rsync untuk Windows.

#!/bin/sh
DAY=`date "+%Y%m%d"`
TIME=`date "+%H:%M:%S"`
echo Start backup $DAY $TIME
echo ---- Start backup $DAY $TIME >> backup.log
# First backup the old data
FOLDERTOBACKUP='real'
echo '-- Zip the old file --'
tar zcf $FOLDERTOBACKUP$DAY.tar.gz $FOLDERTOBACKUP
echo Done!
# Do the backup
SOURCE='dev/'
TARGET='real'
OPTS="-av
--delete
--exclude=application/config
--exclude=application/admin/config
--exclude=admin/controllers/login.php
--exclude=cron_*.php
"
echo "-- Copy file --"
echo Copy Options : $OPTS
rsync $OPTS $SOURCE $TARGET >> backup.log
echo Done!
# End Backup
TIME=`date "+%H:%M:%S"`
echo End backup $DAY $TIME
echo ---- End backup $DAY $TIME >> backup.log

Code di atas untuk pertama mengkompresi dulu semua file yang ada di *real* (jaga2 kalo ada masalah dengan pemindahan sistem, tinggal di extract ulang aja). Lalu lakukan sync (penyamaan data) dari dev ke real. Hebat nya rsync ini, anda engga perlu mengcopy semua file. Hanya file yang dibutuhkan aja yang dipindahin. Saya akan jelasin option2 simple nya.

  1. -a digunakan untuk *archive*, ini kumpulan dari banyak perintah, yang berarti “buatlah copy yang hampir sama persis dengan aslinya”
  2. -v adalah singkatan dari *verbose*. Yang artinya kasih keterangan lebih detail. Program akan memberikan informasi file mana aja yang di delete, dan yang di copy. Semua informasi tersebut akan dicopy ke log file
  3. -delete dipergunakan untuk menghapus file2 yang hilang dari dev.
  4. -exlcude dipergunakan untuk tidak memasukan file2 yang ada dengan pattern ini. Engga perlu tulis direktori lengkap nya. Hanya tulis pattern nya saja.

Satu lagi yang hebat dari rsync adalah dia Remote Sync. Jadi sebenernya diciptakan untuk bisa backup remote. Anda bisa akses computer laen dengan ganti source dan targetnya di bagian ini :

SOURCE='dev/'
TARGET='real'

contoh akses ke server laen:

TARGET='[email protected]:/path/to/directory'

dan itu juga bisa diterapkan kepada sourcenya.
Sekian tutorial dari saya, sampai ketemu di tutorial selanjutnya.

Referensi

Share

linux , ,

Cara set timezone di Ubuntu Server

October 25th, 2008

Hari ini sempet keringet dingin di client. Karena waktu komputer server yang gue set pake ubuntu server selalu ngacu ke EDC. Udah di ganti waktu bios nya sedemikian rupa pun dicuekin sama ubuntu, dia selalu balikin waktunya ke EDC. Akhirnya setelah berkutat susah payah pake links (text mode browser), berhasil juga ketemu solusinya. Kalo di Ubuntu 8.04 bisa menggunakan perintah ini buat configure ulang timezone

dpkg-reconfigure tzdata

Mungkin sapa tau nanti ada yang ketemu maslaah yang sama, mungkin berguna ^^

Share

linux ,

Mysql di ubuntu sangat lambat

September 4th, 2008

Waktu install XAMPP di ubuntu server berasa banget kalo mysql itu di connect dari local cepet. Tapi begitu di connect dari Windows lambaaaaaaaat banget. Butuh sekitar 10 detik buat bisa jalan. Lama banget cari solusi buat ini tapi engga pernah ketemu.

Akhirnya kemaren itu lagi isenk nyari lagi ketemu link ini :

http://ubuntuforums.org/archive/index.php/t-315578.html

Dijelaskan di situ bahwa sebenernya lambat karena reverse-dns-lookup. Jadi solusi nya ada 2.

1. Masukan semua host anda ke /etc/hosts
2. ketik “skip-name-resolve” di my.cnf lalu di save, dan restart Mysql anda. Tapi dengan cara ini, mysql nya tidak bisa lagi mengenali host, jadi semuanya harus pake IP.

Share

linux ,

logrotate untuk backup mysql

August 11th, 2008

Saya sempet cari beberapa alternatif untuk backup server mysql harian, salah satu alternatif yang kepikiran sebenernya pake cron job. Tapi cron akan membuat log nya numpuk jadi banyak sekali, karena engga pernah di delete. Apalagi kalo database nya udah gede banget. Setelah browsing2 di internet, saya menemukan solusi untuk backup mysql pake logrotate.

logrotate adalah fungsi yang sebenernya digunakan untuk backup log yang udah lama, terus di rotasi. Log yang udah lama akan di compress. Log yang baru akan dimulai lagi dari file kosong. Log yang sudah lewat umurnya akan otomatis di delete. Biasanya digunakan hanya untuk file2 log seperti log apache, system dll.

Simple nya sih, log rotate akan mengganti backup.sql.gz terakhir jadi backup.sql.gz.1 yang 1 jadi 2, 2 jadi 3 dan seterusnya. Terus yang terakhir dibuang. Jadi jumlah backup nya selalu sama sesuai dengan setting nya. Misalnya 1 minggu atau 1 bulan jatah punya backup. Setelah logrotate melakukan tugas nya, setting log rotate agar menjalankan mysqldump sehingga keluar dump baru backup.sql.gz yang terbaru.

Bentuk file setting nya kurang lebih seperti ini :

/dumps/mybase.sql.gz {
rotate 60
daily
nocompress
nocopytruncate
postrotate
HOME=/root mysqldump –opt mybase | gzip > /dumps/mybase.sql.gz
endscript
}

Save file ini di bawah /etc/logrotate.d/ Semua file yang ada di bawah situ akan dijalankan waktu logrotate dijalankan.

Terus sebelum logrotate bisa dipake harus dilakukan backup pertama dengan menjalankan sendiri perintah ini

mysqldump –opt mybase | gzip > /dumps/mybase.sql.gz

Jangan lupa buat dulu folder /dumps nya ^^

Setelah itu kita coba jalanin logrotate untuk pertama kali nya. dengan cara paksa dengan perintah ini

logrotate -f /etc/logrotate.d/mysql-dumps

Kalo berhasil, akan keluar file dengan ext .1 selain dari pada file .gz aslinya. Kalo udah begitu proses sudah berjalan dengan baik, dan backup akan dijalankan otomatis secara harian.

Proses lengkap nya bisa dibaca di sini

Share

linux , ,

Menghapus query history pada mysql

November 17th, 2007

Pada saat anda mengetik perintah SQL pada MySQL command-line di linux, perintah tersebut akan tertinggal di sana. Tekan tombol atas untuk melihat list perintah apa saja yang anda (atau orang lain dengan login yang sama) ketik sebelumnya.

Jika anda baru saja mengquery seseuatu yang tidak ingin orang lain lihat, tentunya anda tidak ingin log ini tertinggal. Anda bisa dengan mudah menghapus list ini dengan menghapus file .mysql_history yang terletak di home dengan perintah

rm ~/.mysql_history

Atau jika anda tidak ingin sama sekali untuk mempunyai log, anda bisa mengarahkan mysql_history itu ke /dev/null dengan cara menlinknya. Jangan lupa hapus dulu mysql_history.

ln -s /dev/null .mysql_history

Semoga membantu.

Share

programming , ,

Switch to our mobile site